Cisco
Packet Tracer : Jaringan untuk 50 dan 100 Host
Perangkat yang digunakan :
·
Tiga buah Router tipe 2621XM
·
Tiga buah Switch tipe 2950-24
·
Enam buah PC sebagai end devices, setiap
Switch terhubung dengan dua buah PC
Langsung saja kita praktekkan pada softwarenya:
1. Buatlah
desain tampilan menyerupai gambar di bawah ini
Pada bagian ini kita akan membuat
jaringan LAN, masing-masing switch yang berlokasi di Lantai1, Lantai2 dan
Lantai3 terhubung ke PC-PC yang ada. Gunakan konfigurasi DHCP untuk tiap-tiap
PC yang ada, supaya anda nggak repot meng-assign IP static di masing-masing PC.
Untuk kabelnya gunakan tipe Copper Straight-Through. Beri nama masing-masing
switch menjadi SW Lantai1, SW Lantai2 dan SW Lantai3 guna memudahkan tutorial.
2. Setting
Modul Perangkat Router
Sekarang
masuk ke bagian setting modul perangkat router, klik pada router Lantai1
sehingga keluar tampilan seperti gambar 5. Pilih modul WIC-1T lalu
drag-and-drop di salah satu slot expansion modul di bawah tombol Original Size,
tapi sebelumnya matikan on/off switch supaya anda nggak kena setrum :D, baru
kemudian nyalakan lagi. Lakukan hal yang sama untuk router Lantai3. Khusus
untuk Router Lantai2 gunakan 2 modul WIC-1T dan dipasang di masing-masing slot
expansion modul.
3. Pasang
kabel menuju Switch dan Routernya
Pada ethernet port Router Lantai1
(Fa0/0) gunakan kabel tipe Copper Straight-Through untuk koneksi menuju ke
Switch (port berapa saja), lakukan hal yang sama untuk Router lainnya. Untuk
koneksi ke Router tetangga, port Lantai1 (S0/0) menuju port Lantai2 (S0/0)
gunakan kabel tipe Serial DCE. Untuk port Lantai2 (S0/1) menuju port Lantai3
(S0/0) gunakan kabel tipe Serial DCE. Hasilnya akan tampak seperti gambar di
bawah ini
Sudah selesai? Tentu saja belum,
perhatikan masih ada titik berwarna merah pada masing-masing interface Router
dan switch, itu tandanya belum ada paket data yang dapat terkoneksi pada
interface tersebut. Oleh sebab itu pada langkah berikutnya kita akan masuk ke dalam
konfigurasi Router dan Switch. Tapi sebelumnya berikut ini daftar IP address
yang mesti di assign ke tiap-tiap interface pada masing-masing Router.
|
Perangkat
|
Interface
|
IP
Address / Mask
|
|
Router
Lantai1
|
Fa0/0
|
172.16.0.1
/ 255.255.255.0
|
|
S0/0
|
202.10.10.4
/ 255.255.255.0
|
|
|
Router
Lantai2
|
Fa0/0
|
182.16.0.1
/ 255.255.255.0
|
|
S0/0
|
202.10.10.5
/ 255.255.255.0
|
|
|
S0/1
|
202.10.11.6
/ 255.255.255.0
|
|
|
Router
Lantai3
|
Fa0/0
|
192.16.0.1
/ 255.255.255.0
|
|
S0/0
|
202.10.11.7
/ 255.255.255.0
|
4. Konfigurasi
Router Lantai1
Pada Packet Tracer klik Router Lantai1,
maka akan keluar tampilan seperti gambar 5. Klik tab CLI (Command Line
Interface) seperti gambar 7.
Gambar 7. Command Line Interface
Tekan ‘n’ untuk melewatkan configuration
dialog, kemudian tekan Enter untuk mulai sampai keluar prompt Router>, ketik
‘enable’ atau cukup ‘ena’ saja untuk mengaktifkan konfigurasi. Selanjutnya
ketik script konfigurasi berikut :
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per
line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Lantai1
Lantai1(config)#interface fa0/0
Lantai1(config-if)#ip address 172.16.0.1
255.255.255.0
Lantai1(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface
FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on
Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Lantai1(config-if)#interface s0/0
Lantai1(config-if)#ip address
202.10.10.4 255.255.255.0
Lantai1(config-if)#clock rate 64000
Lantai1(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0,
changed state to down
Lantai1(config-if)#exit
Lantai1(config)# ip route 0.0.0.0
0.0.0.0 s0/0
Lantai1(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console
by console
Lantai1#copy run start
Destination filename [startup-config]?
<tekan ENTER>
Building configuration…
[OK]
Lantai1#
5. Konfigurasi
Router Lantai3
Tidak jauh berbeda dengan Router
Lantai1, hanya bedanya kita tidak mengeset clock rate untuk koneksi serialnya,
berikut scriptnya :
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per
line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Lantai3
Lantai3(config)#interface fa0/0
Lantai3(config-if)#ip address 192.16.0.1
255.255.255.0
Lantai3(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface
FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on
Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Lantai3(config-if)#interface s0/0
Lantai3(config-if)#ip address
202.10.11.7 255.255.255.0
Lantai3(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0,
changed state to down
Lantai3(config-if)#exit
Lantai3(config)# ip route 0.0.0.0
0.0.0.0 s0/0
Lantai3(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console
by console
Lantai3#copy run start
Destination filename [startup-config]?
<tekan ENTER>
Building configuration…
[OK]
Lantai3#
6. Konfigurasi
Router Lantai2
Tidak banyak berbeda dengan dua Router
sebelumnya, seperti halnya Router lantai1 kita harus mengeset clock rate guna
koneksi serialnya. Berikut scriptnya :
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per
line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Lantai2
Lantai2(config)#interface fa0/0
Lantai2(config-if)#ip address 182.16.0.1
255.255.255.0
Lantai2(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0,
changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on
Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Lantai2(config-if)#interface s0/0
Lantai2(config-if)#ip address
202.10.10.5 255.255.255.0
Lantai2(config-if)#no shut
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0,
changed state to up
Lantai2(config-if)#interface s0/1
Lantai2(config-if)#ip address
202.10.11.6 255.255.255.0
Lantai2(config-if)#clock rate 64000
Lantai2(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1,
changed state to up
Lantai2(config-if)#exit
Lantai2(config)#ip route 172.16.0.0
255.255.255.0 202.10.10.4
Lantai2(config)#ip route 192.16.0.0
255.255.255.0 202.10.11.7
Lantai2(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console
by console
Lantai2#copy run start
Destination filename [startup-config]?
<tekan ENTER>
Building configuration…
[OK]
Lantai2#
Selesai
sudah setting routing static pada ketiga Router. Seperti pada gambar 8
masing-masing titik interface sudah berwarna hijau, berarti sudah ada paket
data yang terkoneksi. Tapi masih ada tugas yang belum selesai yaitu setting
DHCP pada tiap-tiap Router. APA?! Anda sudah puyeng dan pegel setelah ngetik
script segitu banyak? Ya udah, di-save aja dulu hasil Packet Tracernya,
terserah mau dikasih nama file apa. Ambil secangkir kopi, break sebentar lalu
lanjutkan ke langkah berikutnya, yakni setting DHCP pada tiap-tiap Router.
Lanjut mba broo mas broo…!
Gambar 8. Masing-masing network interface sudah aktif
7. Setting DHCP untuk tiap-tiap Router
Yang harus dilakukan sebelum konfigurasi
DHCP adalah :
·
menentukan nama DHCP pool
·
menentukan ip network pada LAN
·
menentukan ip DNS server bila ada (dalam
praktek ini tidak ada DNS server)
·
menentukan ip default-router
·
menentukan ip DHCP excluded-address
Setting DHCP untuk Router Lantai1 :
Lantai1>enable
Lantai1#configure terminal
Enter configuration commands, one per
line. End with CNTL/Z.
Lantai1(config)#ip dhcp pool lantai1
Lantai1(dhcp-config)#network 172.16.0.0
255.255.255.0
Lantai1(dhcp-config)#default-router 172.16.0.1
Lantai1(dhcp-config)#exit
Lantai1(config)#ip dhcp excluded-address
172.16.0.1 172.16.0.10
Lantai1(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console
by console
Lantai1#
Untuk Router selanjutnya gunakan panduan
dari tabel berikut, cara konfigurasinya sama dengan Router lantai1. Ayo
sekarang latihan analisa dan input konfigurasi sendiri!
|
Router
|
DHCP
Pool Name
|
Network
|
Default
Router
|
Excluded-Address
|
|
Lantai2
|
Lantai2
|
182.16.0.0
|
182.16.0.1
|
182.16.0.1
182.16.0.10
|
|
Lantai3
|
Lantai3
|
192.16.0.0
|
192.16.0.1
|
192.16.0.1
192.16.0.10
|
8. Test
Koneksi Jaringan
Sekarang klik salah satu host di network
Lantai1, lalu ping ke host yang ada di lantai2 dan lantai3. Anda juga dapat
melakukan test koneksi pada host Network yang lain kalau penasaran. Apabila ada
reply berarti konfigurasi telah berhasil dan masing-masing host telah terhubung
dengan baik, seperti pada gambar 9.
Gambar 9. Test koneksi ke client network tetangga
Selesai sudah konfigurasi Static Routing
dan DHCP untuk masing-masing Router. Apabila hasil test koneksi masih ada yang
belum berhasil, coba ulangi lagi dan perhatikan baik-baik script konfigurasi
sebelumnya. Barangkali ada yang terlewat atau salah ketik, atau penulis yang
salah ketik :D. Insya Allah pada kesempatan berikutnya penulis akan memberikan
tutorial mengenai Dynamic Routing.
9. Menambahkan
dua accespoint untuk lantai 1 dan lantai 3
Lantai 1
Tambahkan 1
accespoint klik config - wireless
Setting
Sebelum masuk ke
setting harus memasang port pada router seperti gambar di atas.
Di bagian SSID itu
bisa di ganti dengan apa saja , untuk nama Wifinya disini saya kasih nama
STIKOM
Jika wifinya nanti
ingin dilindungi dengan password cukup mencengtang WPA2-PSK dan berilah
password seperti gambar di bawah.
Start ip address :
merupakan ip permulaan
Maximum numbe of users
: merupakan jumlah user yang diperbolehkan terhubung ke wifi. Disini saya
memberikan batasan sampai 50 user.
Klik PC , agar PC bisa
terhubung ke jaringan WIFI maka harus memasang port penangkap sinyal wifi.
Pertama harus
mematikan PC seperti gmbar diatas , *lingkaran merah
Wifi sudah terhubung
seperti di bawah
Untuk pembuatan yang
100 user caranya hamper sama, hanya
cukup mengganti jumlah user yang di perbolehkan mengakses wifi tersebut.


















